Wednesday, March 25, 2009

My Playlist

what's your fave song guys? i would like to listed my playlist,,
  1. Way Down Here Without u - Superdrag
  2. Breakfast at Tiffany's - Deep Blue Something
  3. Up On The Down Side - Ocean Colour Scene
  4. Long Time Coming - Oliver James
  5. Half Life - Duncan Sheik
  6. Here,There and Everywhere - Neri Per Caso
  7. Out of My Head - Fastball
  8. Flowers In The Window - Travis
  9. Any songs from Brian Mcknight
  10. Sorry For The Stupid Thing - Babyface
  11. What About Now - Chris Daughtry
  12. Any songs from Boyz To Men
  13. Beautiful - Jim Brickman feat Wayne Brady
  14. Look After u & How To Safe a Life - The Fray
  15. Stranger - Secondhand Serenade
  16. Time To Grow - Lemar
  17. Any songs from Coldplay
  18. I'll Always Be Right There - Bryan Adams
  19. You Give Me Something - James Morrissons
  20. Father's song -Leon Thomas III
So, what about u??

Sunday, March 22, 2009

are you consumptive?

Do u think Indonesian people are consumptive? i know this is a common topic because there's a millions reviews of it. i just interest to write from my perception about this thing because i just had something that makes me think 'i wanna write some'

This morning i had an English test 'somewhere in old town'. Saat keluar tol Senayan tiba-tiba sebuah mobil Lamborghini hijau yang body nya tidak lebih tinggi dari palang parkir di mall-mall melintas dengan amat tidak sopan nya di samping mobil nyokap yang saya gunakan *well i didn't have my own car yet* seketika itu juga saya hanya bisa mengucap "Subhanallah". Ketika mobil saya sudah memasuki daerah Sudirman lagi-lagi sebuah sedan kuning dengan lambang kuda jingkrak menyalip mobil saya dengan sama tidak sopan nya seperti Lamborghini hijau tadi. that was Ferrari just passing through my car. Kekaguman saya ternyata tidak berhenti sampai disitu karena di bundaran HI, sebuah Rolls Royce hitam yang sangat berbeda nasib jika dibandingkan dengan vios ibu saya melaju dengan anggun nya. mmhh,,okay i've just saw three luxurious cars in 15 minutes.

Mungkin bagi sebagian orang, apa yang saya ceritakan ini dianggap norak "please deh cha,norak banget c lo cuma liat mobil gitu aja" tapi bagi saya yang 'hanya' *dan merasa sangat beruntung* memiliki 3 mobil keluaran Jepang dengan harga di bawah 200juta di rumah *ya,,mobil ayah saya sedikit di atas 200juta* kejadian tadi pagi cukup membuat saya 'ngiler' dan berpikir "man!! syapa bilang Indonesia itu miskin?" buktinya hanya dalam waktu 15 menit saya sudah melihat tiga mobil mewah yang harga nya masing2 diatas 2 miliar rupiah 'berkeliaran' di jalanan ibukota. mereka yang mampu membeli mobil dengan harga sefantastis itu, pastinya memiliki income yang jauh di atas harga yang tadi saya sebutkan.

Pertama, pajak mobil mewah seperti itu bisa sama dengan harga sebuah sedan bekas low class keluaran Jepang atau Korea. Kedua, maintenance cost yang dibutuhkan untuk merawat mobil mewah tentu berkali-kali lipat dibanding mobil biasa. Ketiga, spare part yang dibutuhkan in case mobil tersebut kenapa2 pasti harus dibeli dengan harga yang 'sakit jiwa' pula. bukan apa2, tetangga satu komplek saya memiliki sebuah mobil Aston Martin merah yang luar biasa bagus nya *bagi saya*, suatu ketika seorang anak di kompleks saya yang sedang belajar mengendarai motor tidak sengaja *dan saya yakin dia tidak pernah berharap akan mengalami kejadian itu dalam hidup nya* menabrak Aston Martin tersebut yang sedang terparkir di depan rumah si empu nya mobil. Tabrakan yang tidak diharapkan itu menyebabkan lampu depan si Aston Martin ini pecah-hancur berkeping keping *alah*. si anak yang sudah mau pingsan ketakutan itu akhirnya menyampaikan kabar buruk tersebut ke orangtuanya. dan sama seperti sang anak, sang ibu pun juga hampir pingsan mendengarnya *bayangkan baru lampu nya aja yang ditabrak si ibu dan anak sudah mau pingsan, bagaimana kalau body si Aston Martin itu yang ditabrak?*


dan kisah selanjutnya adalah si empu nya Aston Martin memberikan uang ganti rugi yang diberikan oleh si keluarga penabrak ke satpam di kompleks saya dengan kalimat "buat kalian beli sate". Kalian tau kenapa? karena si penabrak yang bukan berasal dari keluarga kaya hanya mampu membayar ganti rugi sebesar satu juta rupiah whereas harga lampu baru Aston Martin tersebut adalah enam belas juta rupiah.Yap,,Rp 16.000.000

Got the point? Kemampuan finansial seseorang untuk membeli barang2 mewah ternyata memang harus dibarengi dengan kemampuan finansial untuk menghadapi hal-hal diluar dugaan seperti kejadian di atas. Coba bayangkan kalo kemampuan kita pas2an, apa sanggup kita merelakan 16juta melayang begitu aja untuk kerusakan yang tidak kita lakukan+ 1juta untuk bagi2 sate?

Banyak orang yang memiliki perilaku konsumsi yang tidak dibarengin dengan kemampuan finansial mereka. Dengan alasan 'menaikan gengsi', 'agar diPANDANG oleh orang lain' and so on so on. Saya suka sedih kalau orang mati-matian using branded thingy and spending their money for nothing without considering their financial abilities. using their credit cards without knowing whether they could paid it all later. it's pathetic. okay, we knows that consume will support the economic growth and its one of economic indicator for growing. but imagine if people couldn't paid the credit and it makes NPL - non performing loan alias kredit macet. Eh, jangan anggap saya berlebihan loh, saya tidak hanya bicara soal menggunakan kredit untuk beli printilan2 macam tas, sepatu atau baju. Tapi juga tentang buying big house, luxurious car, apartment or even villas biar di lihat orang lain 'KEREN nih, TAJIR boo'.

Penduduk Indonesia itu ada lebih dari 200juta jiwa, yang living in a big city and always want to socialized their selves berapa coba? kalau satu orang aja berani pinjam uang besar ke bank untuk beli rumah di Menteng atau mobil mewah lalu mengalami gagal bayar atau kredit macet bagaimana? bagaimanapun juga semakin lama, pola konsumsi masyarakat terlihat semakin tinggi, apalagi dengan kemajuan teknologi mendukung orang untuk berbelanja - hayoo banyak sekali kan yang suka online shopping- selain itu lingkungan sosial saat ini juga semakin mendukung orang untuk showing their own things agar bisa masuk ke kelas sosial tertentu. Padahal kan mencari pengakuan sosial tidak hanya dilakukan dengan menyamakan diri kita seLevel melalui barang bermerek, lokasi rumah atau hang out di club-club dan restoran mahal 3 times a week namun kemudian pusing setengah mati menghadapi tagihan yang merongrong dan sibuk pinjam sana sini untuk bayar *it means you make another debt*. too much consume will kills us.

so guys please do smart consume. manage your income for something more prior. and someday, believe me you'll be grateful for it.

Friday, March 20, 2009

Nostalgia dengan Asty

This afternoon, i met wif one of my good friend when i was in Balikpapan.Asty. The fact, this is such a weird. Our home were not far from each other. only 30 minutes. but there's a millions unpredictable moment which make our plan for meet was ruined.

But this time because of an unfortunately event we could met finally,,Asty's big sister was ill. she's got DBD (get well soon mba inda) and hospitalized at Global Awal Bros Hospital which is near from my house. So, i visited her and then me and Asty went to the mall for hanging out. we had coffee shop as our place for talking and chating. it's good to chat with her face to face not by messenger or text or phone. and for sure taking pictures (we use timer and that's not cool enough cuz it took times and we're getting bored of posing,,haha)

Our meeting weren't took a long time but we had a quality time together. we left the mall around 9pm and i droped her back to the hospital. it's a good thing for ended up this day,,Laf ya,beb!!

Tuesday, March 17, 2009

My Resolution

Sekarang saya sedang membuat resolusi yang saya pikir teramat penting bagi kelangsungan hidup saya nanti nya yaitu lebih banyak membaca everything that connected with finance. Since I’m a finance post graduated student and I even don’t got anything during I’m in college. i’m seriously with it. Ask me about finance and I’m totally sure for God’s sake I can not answer your question.
Hal ini dikarenakan beberapa hal yang ‘diluar’ dugaan saya. Pertama, saya masuk jurusan keuangan karena father’s command - yang beranggapan saya tidak cukup cocok untuk berkarir di bidang marketing which is saya masuk keuangan karena terpaksa. Kedua, sejak kecil saya amat sangat benci dan lemah dalam pelajaran matematika dan semua yang berhubungan dengan angka (pengecualian untuk nominal yang tertera di mata uang tentu nya) mmh yaaah sebenernya ga benci2 banget kecuali kalo saya menemukan kesenangan dalam mengerjakan suatu hitungan tertentu, contoh nya aja saya cukup suka mengutak atik angka di matematika bagian 2x+x=blablabla itu. Ketiga, saya benci akuntansi dan seperti yang diketahui dunia keuangan itu kadang tak terlepas dari yang namanya jurnal-jurnal dan akun-akun pembiayaan yang apalah itu saya ga ngerti sama sekali.

Tapi diluar itu semua, seiring dengan pendewasaan diri saya yang sepertinya cukup terlambat, saya menyadari bahwa selama ini saya benci karena tidak pernah mencoba untuk mencintai. Well yeah tak kenal maka tak sayang-begitu kata pepatah. Dan hal yang menyadarkan saya adalah karena saat ini saya sedang berada pada fase dimana saya akan segera memasuki dunia nyata yaitu dunia kerja – setidak nya begitu yang teman-teman saya sering bilang,dunia kerja means real world. Dan ketakutan terbesar saya adalah JOBLESS. Maybe it sound silly but the fact that global crisis was happened in the whole world makes this obvious. Picture this,,lulus S2 disaat krisis sedang melanda seluruh dunia-banyak perusahaan melakukan pengetatan karyawan yang berarti PHK-kalaupun menerima pegawai baru mereka hanya menawarkan gaji yang kurang sesuai dengan keinginan kita.dan that’s happened with me rite now. Sekarang saya baru menyesali kenapa dulu waktu kuliah S1 saya ga aktif di organisasi kampus, saya juga menyesali kenapa dulu ga pernah mencoba magang di perusahaan untuk menambah nilai plus di CV saya. dan sedikit menyesali kenapa dulu ayah saya sangat memaksa untuk saya langsung melanjutkan kuliah S2-padahal saya ingin nya bekerja dulu. Dan see!! biarpun saya nantinya akan menyandang gelar S2 beberapa bulan ke depan (insyaallah) tapi that’s it. Master Degree without working experience nor organization experience.

Ok! Saya harus nya tidak menyesali itu semua toh dulu saya mengambil nilai positif dari ini. Saya bisa lulus S1 3,5 tahun dengan nilai cukup baik. Dan banyak teman-teman saya yang sebenarnya ingin langsung melanjutkan S2 tapi tidak didukung orang tua mereka. Jadi sekarang yang ingin saya lakukan adalah menambah wawasan saya dengan banyak-banyak membaca berita (jujur saja, saya amat sangat jarang baca Koran dan nonton berita), googling and browsing for something that will added my knowledge not just opened Facebook, Friendster or anything that FUN.
yaa,,mungkin ini juga ada kaitan nya karena sebentar lagi saya akan sidang,,oh ya ada satu hal lagi yang mengingatkan saya betapa tidak berdaya nya saya sebagai mahasiswa keuangan. Couple month ago my dad was asking me " de,,perdagangan derivatif itu apa sih sebenernya? koq kayanya sekarang lagi heboh banget?" dan saya cuma bisa menjawab -setelah mikir lama- "mmhh,,apa ya pa? yang pasti sih derivatif itu artinya turunan" Gila,,anak sma juga tau derivatif itu artinya turunan!!! menyedihkan bukan mendengar jawaban mahasiswa S2 keuangan yang mengambil kuliah di salah satu universitas negeri di daerah Salemba. Ternyata tempat kuliah yang unggulan tidak menjamin mahasiswa nya menjadi mahasiswa unggulan juga.
whatever. Yang penting saya sudah mulai mau baca koran dengan baik dan benar - sebelumnya saya cuma baca headline saja - Jadi wish me luck yaaaa,,

Hay Everyone!!

Ok! This is the first time for me. Made a blog. Actually, I once think that doing this is such a weird. I mean,,we write something about ourself and probably someone will read by and they will know our life without knowing us personally. And I’ve said “I would never made such a blog” because i don't like showing my lifes in this virtual world. I know someone and she like sto write anything about herself. Anything. And I just don’t like it anyway. I mean,,gosh!! should everyone in this world know about your activities? Your whole personal thingy because she also write something that I don’t think it is good enough to share with other people such as how she get along with her bf personally and deeply - you know what i mean- and posted her photos that shows part of her 'body' and etc.


I do like writing since I was in elementary and i bet mostly girl doing that - with our diary ofcourse. I still have my diary-about 5 or 6 books- but I never think about writing in the internet – and its almost because of ‘her’ stories. But lately I do some browsing and found some of people’s blog and it’s not as bad as I think. Their blogs are great!! They not just posted about their personal stories but also about anything which I can only say cool. Fashion, college, artwork, politics, economics and others. I think I was such a dumb, only think that someone who made a blog is such a bull. I even learn many thing from theirs and suddenly I’ve just remembered with one of my best friend’s blog (gosh,,he actually told me about his blog a year ago and I just not giving much attention for him).


check his http://www.jandamogok.blogspot.com but i think he's not really care about his blog again since he started to work over a year ago.
So here I am,,with my newly blog,,well yeah I guess I just make a one step forward to thinking that made a blog is not just about showing a cheesy thing in our life but also to sharing what we think about ‘serious’ life, what we’ve gonna achieve in future and soooo many things in a good way.
Btw, about the blog name? well,,actually i wanna named my blog with sembilanjuni at first because it was my born date but since the name was not available to use so i pick bintangkugemini just because (1) i collect anything about star and (2) Gemini is my astrology,,haha,,just simple like that. Well hope u'll enjoy it.


ps : sorry for my very bad english. i'm still learning.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails