Tuesday, April 14, 2009

Fenomena Pemilu

Hey Everyone,,

Pemilu memang sudah lewat, berbagai euphoria ditunjukan oleh partai yang menang, tapi ga sedikit cela yang muncul di antara nya. Menanggapi fenomena Pemilu 2009 ini, ada sebuah topik yang sekarang lagi banyak diperbincangkan yaitu

"Stress CaLeg yang Gagal Terpilih"

Gila ya? saya ga nyangka bisa ada orang yang sampai jadi gila karena tidak terpilih and worst DIE. Memang c pemilu 2004 dulu udah ada kasus kaya gini.Tapi yang sekarang angka itu meningkat. Wooooohhhh,,beberapa hari sebelum Pemilu, saya baca koran tentang RS yang menyediakan bangsal khusus untuk caleg2 yang mengalami gangguan kejiwaan and its happening for truth. sehari setelah Pemilu, saya sudah nonton berita tentang Caleg wanita dari Bali yang meninggal sehari setelah Pemilu. Alasan nya c karena kecapaian tapi isu2 lain menyebutkan salah satu penyebabnya adalah stres karena gagal terpilih. Belum lagi setiap hari di koran dan TV, berita tentang Caleg disini dan disana yang terganggu jiwa nya karena hasil Pemilu tidak sesuai harapan. Tadi Nyokap cerita, waktu dia lewat di sekitar lampu merah kuningan ada seorang pria kira2 50 tahunan yang *maaf* telanjang bulat di pinggir jalan sambil jalan2 ga jelas gitu dan yang langsung terbayang di benak nyokap adalah "wah,,jangan2 ini Caleg yang stres ga kepilih". Udah gitu tadi baca koran, di daerah Cirebon udah ada belasan Caleg yang datang ke orang pintar dan Kyai untuk minta ketenangan bahkan salah satu Caleg tersebut sampai enggan berpakaian saking stres nya. Dampak lain karena gagal terpilih adalah Caleg2 ini jadi menutup diri dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Yah,,benar kata para pengamat politik. Caleg2 ini hanya

"Ready for win BUT NOT for lose"

padahal konsekuensi dari sebuah pemilihan kan hanya ada dua : menang ATAU kalah. Selain itu hal yang menambah stres Caleg2 ini adalah karena besar nya dana yang sudah mereka keluarkan untuk menjadi Caleg dengan harapan terpilih *saya baca yang di Cirebon, mereka sampai mengeluarkan dana Rp 3 Miliar*

Kalau sampai kaya gini siapa yang salah donk? Caleg nya karena bodoh aja mau ngeluarin uang segitu banyak atau Partai nya karena tidak memfasilitasi kader nya atau justru pemerintah karena tidak membatasi pembentukan partai?

Memang c berdasarkan peraturan setelah tumbangnya rezim Orde Baru dikatakan siapa pun bisa membuat partai. Jadi ga salah kalo ada banyak kelompok2 ataupun golongan2 yang MUNGKIN tujuan nya mulia karena ingin membuat perubahan di negeri tercinta RI ini dengan pemikiran-pemikiran baru mereka membentuk suatu partai dengan membawa misi dan visi mereka masing-masing. Seperti yang selalu di tempel di pigura2 kampus saya dan merupakan slogan yang selalu disampaikan Ketua Program "CHANGE" *mmhh,,mungkin Obama terinspirasi dari salah satu moto kampus saya ini,,hahaha* tapi jujur aja kalo saya c emang ga tertarik buat milih partai-partai baru yang ga terlalu jelas. Gini deh setiap partai memang punya visi dan misi masing-masing yang luar biasa bagus dan terkesan mulia di mata orang. Bagaimana mereka ingin memajukan bangsa ini, memberantas kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan, etc2 *yah,,kalo ga masang misi dan visi yang bagus2 kan ga mungkin orang tertarik* tapi membangun suatu negeri bukan lah hal yang dapat diciptakan hanya dalam waktu sedetik apalagi jika orang-orang di dalam partai tersebut bukanlah orang-orang yang kompeten dan masih harus dipertanyakan kredibilitas nya. Bukan nya saya ga suka menerima perubahan tapi kenapa juga mesti berlomba-lomba bikin partai kalo toh akhirnya cuma jadi tim 'penggembira'. Karena sejak Pemilu 2004 hanya partai2 'itu' saja yang pada akhirnya mendapat perolehan suara yang besar. Partai-partai baru cuma bisa gigit jari karena perolehan suara ga nyampe o,5%.

Kalo memang berniat membuat suatu perubahan, kan bisa aja dana yang mereka punya digunakan untuk hal lain yang lebih memberikan kontribusi besar bagi rakyat. Bikin Lapangan kerja misal nya? seperti kasus di Cirebon yang rata-rata Caleg menyediakan dana 3 miliar. gila tuh, duit segitu bisa bikin usaha kelas menengah ke atas yang bisa menyerap tenaga kerja banyak loh. Bukan nya apatis atau apa, tapi kebanyakan anggota2 legislatif sekarang banyak yang cuma money and power oriented. Ga bener2 tulus membantu rakyat. Kerjaan nya cuma 'numpuk' dana buat balik modal dulu sehabis Pemilu. Get real aja deh, mana ada orang yang mau ngeluarin duit segitu banyak buat dipilih tanpa mengharapkan BEP. pasti setelah dipilih mereka mau nya 'balik modal' dulu baru kerja yang bener. Berarti kan mereka sebenernya juga ga yakin sama kemampuan mereka untuk meng-handle rakyat dan negara. Harus nya kalo emang mereka punya kredibilitas dan percaya sama kemampuan mereka, percaya deh ga perlu di sogok orang pasti mau milih koq. For example : saya akan dengan senang hati milih Ibu menteri keuangan kita jadi Caleg karena fakta menunjukan, beliau memang punya kredibilitas yang ga cuma diakui Indonesia tapi juga dunia internasional atas prestasi dan dedikasi nya yang begitu besar terhadap perbaikan perekonomian. Ok, mungkin ini subjektif bagi orang lain,but it's only my opinion. People might agree, others don't. Memang c banyak yang ga kenal sama Caleg2 tersebut karena kurang nya sosialisasi dari mereka *mungkin kalo mau dipilih, 5 tahun dari sekarang mereka yang berniat mencalonkan diri untuk Pemilu 2014 harus sudah mulai melakukan pendekatan terhadap masyarakat* apalagi orang cerdas di Indonesia ini ga sedikit, jadi banyak yang pasti nya berpikiran sama seperti saya "buat apa milih partai baru yang ga jelas klo ada partai lama yang kinerja nya masih cukup baik"

Yaah,,semoga aja buat ke depan nya ga ada lagi Caleg2 yang mengalami kejadian seperti itu. Sayang banget deh, udah keluar uang banyak trs jadi ga waras karena nya. Common, it's a Life, we don't always get what we want. The point is we have to faced every single moment whether its good or bad because everything's happens for a reason.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails